
Tujuh Tahun Berlalu, Hutan Kota Pakansari Tumbuh Menjadi Ruang Hijau bagi Masyarakat
BOGOR – Hutan Kota Pakansari di Cibinong, Kabupaten Bogor, yang mulai dibangun Yayasan Korindo bersama Pemerintah Kabupaten Bogor pada 2019, kini telah berkembang menjadi ruang hijau bagi masyarakat untuk bersantai dan berolahraga.
Pohon-pohon yang dahulu ditanam sebagai bagian dari program penghijauan kini tumbuh tinggi dan rindang, memberikan suasana teduh di kawasan sekitar Stadion Pakansari. Maya Hasanah, salah seorang warga Cibinong mengaku senang dengan perubahan kondisi Hutan Kota Pakansari saat ini.
”Dulu kondisinya kurang terawat. Pohon-pohonnya tumbuh liar dan kurang enak dipandang mata. Beberapa kali juga ada yang memasang spanduk-spanduk sehingga hutan kota ini kehilangan keasriannya. Tapi setelah ada penanaman pohon dari Yayasan Korindo, daerah ini jadi jauh lebih rapi, anak-anak bisa sambil bermain di sini,” jelasnya.
Pembangunan Hutan Kota Pakansari dimulai pada November 2019 melalui Program Kolaborasi Hijau di atas lahan sekitar dua hektare. Pada tahap awal, sebanyak 1.294 pohon Eucalyptus deglupta atau pohon pelangi ditanam. Jumlahnya kemudian bertambah hingga lebih dari 1.800 pohon.

Foto: Pepohonan di Hutan Kota Pakansari tumbuh menjulang dan rimbun, memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai ruang terbuka hijau di Kabupaten Bogor
Selama masa pengembangan, Yayasan Korindo tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga perawatan secara berkala, mulai dari membersihkan tanaman pengganggu hingga mengganti pohon yang gagal tumbuh. Upaya tersebut dilakukan agar kawasan dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selepas tiga tahun masa penanaman dan perawatan oleh Yayasan Korindo, Hutan Kota Pakansari akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada 3 Februari 2023.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga berencana mengembangkan kawasan Pakansari sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan konservasi. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menghadirkan rusa di kawasan hijau tersebut sehingga masyarakat dapat menikmati pengalaman rekreasi yang lebih dekat dengan alam.
“Ke depannya ada rencana untuk menghadirkan rusa di kawasan ini. Harapannya, Hutan Kota Pakansari tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati suasana hijau, tetapi juga bisa menjadi ruang rekreasi dan edukasi, terutama bagi anak-anak dan keluarga untuk mengenal satwa serta lebih dekat dengan alam,” kata Agus, petugas yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan perawatan Hutan Kota Pakansari.
Menurutnya, pengembangan tersebut tetap perlu memperhatikan kesiapan kawasan, termasuk lingkungan yang sesuai, pemeliharaan, serta pengelolaan satwa agar keberadaannya dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Perkembangan Hutan Kota Pakansari menunjukkan bahwa kegiatan penghijauan dapat memberikan manfaat yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Dari bibit yang ditanam pada 2019, kawasan ini kini tumbuh menjadi ruang hijau yang tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan menikmati waktu bersama keluarga. (PR)

