
Bersama Lawan Perundungan, Yayasan Korindo Diapresiasi Tenaga Pendidik
JAKARTA – Saat beranjak remaja, anak-anak masuk dalam fase perkembangan emosi dan sosial yang rentan. Pada saat ini muncul dorongan untuk mencari jati diri dan kebutuhan akan penerimaan sosial. Dorongan ini pun diperkuat oleh pengaruh media sosial dan teman sebaya yang berimbas pada suburnya perilaku bullying.
Namun demikian, ternyata banyak siswa yang belum sepenuhnya memahami bagaimana cara menghadapinya, sehingga masih banyak siswa yang terjebak dalam lingkaran bullying, bahkan berganti peran dari korban menjadi pelaku.
Seperti yang terjadi pada Anita, salah satu siswa SMP Negeri 155 Jakarta. “Dulu saya pernah dibully oleh teman-teman karena masalah pribadi. Dampak dari pembullyan ini membuat saya terpuruk, yang malah membuat saya berbalik mem-bully orang lain. Tapi sekarang lingkungan sekolah saya sehat. Dikelilingi sahabat yang baik membuat kemarahan saya mereda dan sadar pentingnya memutus siklus ini,” kisahnya.
SMPN 155 yang terletak di Jakarta Selatan memegang kuat komitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dan aman dari bullying kepada setiap peserta didik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. Hal ini termasuk penyelenggaraan kegiatan seminar pengembangan diri.
Bagi tenaga pengajar di SMPN 155, seminar pengembangan diri yang bertemakan bullying menjadi satu upaya preventif penting guna meningkatkan kesadaran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman juga kondusif.
“Mudah-mudahan para siswa mendapat banyak pengetahuan tentang cara mengenali, mencegah, dan membela diri jika menjadi korban perundungan. Dan jika ada kasus bullying yang terjadi di sekolah ini, kami akan menanganinya secara tegas dengan cara menghadirkan korban dan pelaku untuk mencari solusi bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Saryati, Guru SMP Negeri 155.

Foto: Pemateri seminar, Psikolog Maya Sita Darlina membuka sesi dialog sekaligus mengajari peserta cara menghindari dan mencegah kasus bullying
Oleh karena itu, pihak sekolah mengapresiasi langkah Yayasan Korindo yang menginisiasi seminar anti bullying bagi para siswa SMP di wilayah Kecamatan Pancoran. “Terima kasih kepada Korindo atas perhatian dan kontribusinya di dunia pendidikan. Seminar ini adalah dukungan bagi kami yang selalu menekankan kepada seluruh siswa untuk menghindari bullying, pelecehan seksual, dan intoleransi,” ujar Edi Kosnandar, Kepala Sekolah SMP Negeri 155 Jakarta.
Kegiatan seminar yang bertajuk “Keberanian Kecil untuk Perubahan Besar” ini merupakan bentuk dari kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter positif.
Korindo Group berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan bullying, serta mendorong semua pihak baik sekolah, orang tua, maupun swasta terlibat dalam menciptakan budaya anti bullying di lingkungan pendidikan. (PR)

