Skip to main content

Beasiswa Jadi Jaring Pengaman Pendidikan Bagi Mahasiswa dari Keluarga Ekonomi Menengah

By September 17, 2025September 23rd, 2025Pendidikan

Foto: Saela Karlita, mahasiswi IPB University (tengah) pada acara penyerahan beasiswa mahasiswa dari Yayasan Korindo, Selasa (16/9/2025)

JAKARTA – Beasiswa pendidikan baik dari pemerintah atau sektor swasta seringkali diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu. Sedangkan untuk mahasiswa yang datang dari keluarga ekonomi menengah, perjuangan untuk mendapat beasiswa harus dilakukan dengan lebih keras karena harus bersaing dengan mahasiswa berprestasi atau yang berasal dari kalangan keluarga atas.

Saela Karlita (19), mahasiswi IPB University turut merasakan beratnya tantangan dalam memperoleh beasiswa meski nilainya di atas rata-rata. Dirinya berkisah bahwa tahun ini keluarganya yang berada di Pemalang, Jawa Tengah sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Mahasiswi Fakultas Kehutanan dan Lingkungan tahun kedua ini lalu beberapa kali mencoba melamar beasiswa. Namun semuanya gagal karena persyaratan beasiswa yang harus melampirkan surat keterangan tidak mampu.

“Saya dari awal semester memang mendaftar beasiswa berkali-kali dan ditolak, mungkin karena beberapa dari beasiswa itu mempersyaratkan surat keterangan tidak mampu yang tidak semua orang punya. Terakhir di semester tiga itu orang tua saya sedang banyak keperluan jadi saya berinisiatif mencari beasiswa lagi dan lagi sampai saya mendapatkan beasiswa dari Yayasan Korindo,” tuturnya.

Cerita yang sama datang dari Intan Nuraini (20), mahasiswa kelas karyawan Universitas Nasional (UNAS). “Untuk kelas karyawan seperti saya kendala ekonomi tentu menjadi faktor utama, karena saya bayar dari hasil kerja. Bagi saya Beasiswa Korindo penting untuk membayar kuliah semester ini dan bisa berguna untuk diri saya dan nenek, membantu untuk bisa lebih mudah hidup sehari-hari.”

Intan menambahkan, pengetahuan akan kebudayaan dan Bahasa Korea yang ia dapatkan di perkuliahan dijadikannya bekal untuk bekerja di negeri ginseng di masa mendatang. “Cita-cita saya ingin bekerja di Korea Selatan. Alasannya karena Korea Selatan adalah negara maju, saya bisa belajar mengenai teknologi di sana,” tutupnya.

Foto: Intan Nuraini, mahasiswa kelas karyawan Universitas Nasional (UNAS) bersama lima orang penerima beasiswa mahasiswa Yayasan Korindo, Rabu (17/9/2025)

Saela dan Intan merupakan contoh dari mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi menengah di Indonesia.

Keluarga ekonomi menengah acapkali diartikan sebagai kelompok yang kondisi ekonominya nanggung, tidak kekurangan, juga tidak berlebih tapi tanggungannya banyak.

Kelompok ini tidak masuk kategori miskin sesuai syarat pemerintah. Meskipun memiliki pendapatan yang relatif lebih stabil, kelompok ini sering menghadapi tantangan dalam memenuhi biaya pendidikan, terutama di jenjang yang lebih tinggi seperti perguruan tinggi.

Beasiswa Korindo dengan segala persyaratannya yang relatif mudah hadir untuk memberikan kesempatan bagi seluruh kelompok masyarakat agar memperoleh dukungan finansial memperluas kesempatan dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Mulai tahun 2025 kami memutuskan untuk menambah kuota penerima beasiswa, dari lima mahasiswa menjadi enam mahasiswa per universitas. Dengan adanya penambahan kuota penerima ini, kami berharap semakin banyak mahasiswa/mahasiswi yang dapat terbantu,” ungkap Sekjen Yayasan Korindo, Lee Sunghoon.

Beasiswa ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada mahasiswa/mahasiswi yang telah belajar dengan rajin dan tekun dalam menempuh pendidikan. Yayasan Korindo berharap beasiswa ini bermanfaat dan dapat meningkatkan semangat penerima beasiswa untuk terus mempertahankan prestasi yang diraih. Semoga anda sekalian dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan lancar. (PR)